Pandangi Barang-Barang Korban Lion Air JT610, Jokowi Tercekat Saat Lihat Ini


Presiden Joko Widodo (Jokowi) datang ke salah satu lokasi pencarian jatuhnya pesawat Lion Air JT610, yakni posko JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 16.10 WIB, Selasa (30/10/2018) sore dengan kemeja putih yang menjadi ciri khasnya. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi didampingi oleh Menhub Budi Karya Sumadi dan Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi.

Jokowi langsung meninjau kantung-kantung jenazah yang mengangkut barang-barang korban, puing-puing pesawat, hingga potingan tubuh korban.

Saat itu, Jokowi sempat melihat dengan seksama berang-barang milik korban yang berjejer. Ia memandangi satu persatu deretan sepatu milik korban.

Hingga kemudian, ia memandangi sejumlah sepatu berukuran kecil. Jokowi terlihat tercekat dan menunduk ketika memandangi sepatu berwarna merah, coklat dan pink tersebut.

Menteri Budi Karya juga sempat menunjuk ke arah sepatu yang diduga milik balita penumpang pesawat nahas tersebut.

Setelah mengamati puing-puing pesawat dan barang-barang milik korban, Jokowi sempat menjabat tangan para petugas SAR, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Tim DVI Polda Metro Jaya yang berbaris di depan Kapal Polisi (KP) Kutilang.

Sejumlah petugas yang berada di lokasi, terlihat memberikan hormat terlebih dahulu sebelum menyambut tangan Presiden.

Kemudian, tanpa memberikan komentar ataupun pernyataan pada para awak media, Jokowi bergegas meninggalkan lokasi sekitar pukul 16.28 dengan kawalan Paspampres.

Menteri Budi Karya yang sempat menemani Jokowi berkeliling posko menuturkan bahwa kedatangan Presiden adalah untuk memberikan semangat pada para petugas.

“Memberikan semangat kepada tim dan Bapak Presiden juga melihat kesiapan atau apa yang dikerjakan Basarnas. Presiden memberikan apresiasi ke Basarnas,” ujar Budi, dikutip dari kompas.com, Selasa (30/10/2018).

Sementara itu, Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri, Brigjen Pol Arthur Tampi menuturkan, hingga kini data ante mortem dari keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 telah terkumpul sebanyak 185.

Selain itu, petugas juga telah mengumpulkan 72 DNA dari pihak keluarga. Sebab, sebagian yang datang bukan keluarga kandung seperti ayah, ibu, anak, atau orangtua.

“Sekali lagi kita perlu waktu. Karena masyarakat pasti bertanya kenapa lama? Dengan body part (bagian tubuh) yang kita temukan, paling cepat kita akan dapat mengidentifikasi yang sudah ada itu adalah sekitar 4 hingga 8 hari ke depan,” tegasnya. Suratkabar.ID

Subscribe to receive free email updates: