Sadis....!!!! Hanya Karena Hal Sepele Ini, Aksi Brutal Seorang Siswa SMA di Sampang Aniaya Gurunya Sendiri Akhirnya Meninggal Dunia

Aksi Brutal Seorang Siswa SMA di Sampang Aniaya Guru Hingga Kritis

Kelakuan MH (inisial) salah satu siswa SMAN 1 Torjun sungguh terlalu. Bukannya memuliakan seorang guru, dia justru melakukan penganiayaan kepada sang guru hingga meninggal dunia setelah sebelumnya korban didiangnosa mengalami patah leher dan pecah pembuluh darah otak.



Informasi yang diperoleh, Guru malang bernama Budi Cahyono itu masih tenaga sukwan. Ia menjadi korban penganiayan yang dilakukan oleh MH yang tak lain adalah siswanya sendiri setelah sebelumnya ditegur oleh korban karena tidur di kelas pada saat jam pelajaran.

Tak terima ditegur sang guru, MH justru marah dan mengajak sang guru untuk berduel. “Bahkan ia sempat memukul, tapi dilerai oleh teman-temannya,” kata salah seorang rekan MH yang enggan namanya disebutkan, Kamis (1/2/2018).

Merasa tak puas karena dilerai oleh rekan sekelasnya, MH kemudian mencegat sang guru saat jam pulang sekolah dan melakukan penganiayaan. Akibatnya, korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang dan dinyatakan mengalami patah leher dan pecah pembuluh darah otak hingga harus dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Kepala SMAN 1 Torjun, Amat yang dikonfirmasi juga membenarkan kejadian itu. Hanya saja ia mengaku belum bisa berkomentar karena shock.

“Memang benar ada penganiayaan yang dilakukan oleh siswa kepada korban hingga meninggal dunia. Saya saat ini sedang dirumah duka, ” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon pribadinya, Kamis (1/2/2018).

Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolsek Torjun Harifi Qohar juga menegaskan bahwa kejadian itu benar terjadi didaerah hukumnya. Mantan Kapolsek Jrengik itu juga menegaskan akan mengamankan tersangka dikediamanya saat ini juga.

“Penganiayaan itu bukan dugaan lagi, tetapi memang benar adanya, karena korban telah meninggal dunia. Malam ini juga terduga pelaku akan kami amankan” tandasnya. (Suarajatimpost)


Begini Kronologisnya 

 Seorang siswa SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura, menganiaya gurunya, Ahmat Budi Cahyono, hingga tewas. Pelaku berinisial MH yang merupakan pelajar kelas XI itu menyerahkan diri ke Kepolisian Resor Sampang, Jawa Timur.

"Pelaku menyerahkan diri sekitar jam dua belas malam," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sampang, Ajun Komisaris Hery Kusnanto, Jumat, 2 Februari 2018.

Penganiayaan yang berujung maut ini bermula saat jam terakhir dengan mata pelajaran seni lukis sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis, 1 Februari 2018. Pelajaran melukis itu diampu Budi yang berstatus guru honorer.


Saat korban memberi tugas melukis, salah satu siswa berinisial MH tidak mendengarkan, bahkan mengganggu temannya yang sedang melukis. Korban pun menegur MH, namun tak diindahkan.

Korban lantas menghampiri MH dan mencoret pipinya dengan cat sebagai sanksi. Rupanya remaja warga Dusun Brekas, Desa Torjun, itu tak terima dan emosi.

MH pun menyerang dan memukul korban di dalam kelas. Pemukulan berhenti setelah dilerai siswa lain.

Keributan itu didengar Kepala Sekolah SMAN 1 Torjun, Amat. Korban pun dipanggil ke ruangannya dan diminta menjelaskan kejadian sebenarnya. Setelah mendengar duduk persoalan, Amat meminta korban untuk pulang terlebih dahulu.

Kamis sore, Amat mendapat kabar dari keluarga bahwa Budi mengeluh sakit di leher. Untuk menghilangkan nyeri di lehernya, Budi mencoba tidur. Namun bukannya hilang, sakitnya malah kian menjadi, dan tak lama kemudian ia tak sadarkan diri.

Keluarga yang khawatir melihat kondisi Budi, lantas melarikannya ke RS dr Soetomo Surabaya. Pertolongan medis tak berhasil. Kondisinya Budi terus memburuk.


Kamis malam pukul 21.40 WIB, polisi mendapat kabar dari Kepala Dinas Pendidikan Sampang Jupri Riyadi bahwa Budi meninggal dunia. Dokter mendiagnosis Guru Budi mengalami mati batang otak.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sadis....!!!! Hanya Karena Hal Sepele Ini, Aksi Brutal Seorang Siswa SMA di Sampang Aniaya Gurunya Sendiri Akhirnya Meninggal Dunia"

Posting Komentar