Parah... !!! Netizen ini Bongkar Dua 'Aib' Zumi Zola, Nomer 2 Memalukan Banget...

Image result for zumi zola aksi bela islam

Gubernur Jambi Zumi Zola kini tengah hangat diperbincangkan.

Kali ini mantan kekasih Ayu Dewi ini dikabarkan telah menjadi tesangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya Zumi Zola juga sempat menjadi perbincangan soal amukannya ketika melakukan sidan di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi beberapa waktu lalu.

Dalam sidak tersebut Zumi ngamuk dan menghadik perawat dan dokter jaga.

Aksi Zumi ini kemudian menuai pro dan kontra. Netizen di media sosial pun riuh.

Tak sedikit yang menyebut jika gubernur termuda yang pernah jadi bintang film itu hanya pencitraan.

Tak heran, jika akibat tindakan Zumi ini kemudian banyak yang mencoba mengorek-ngorek kembali kisah masa lalunya.

Nomer Satu yang diungkap netizen soal kisah asmara Zumi dengan presenter Ayu Dewi.Zumi dan Ayu pernah menjalin asmara bahkan dikabarkan hampir menikah bulan Mei 2011.

Netizen ini Bongkar 'Aib' Zumi Zola, Dua Kali Batalkan Pernikahan Hingga Dilaporkan Berzina

Namun, Zumi tiba-tiba saja membatalkan pertunangan dan rencana pernikahannya dengan Ayu Dewi sebulan sebelum mereka menikah.

Padahal, undangan pernikahan baru saja akan disebar ke keluarga dan kerabat.

Apa daya, Zumi tetap bulat dengan keputusannya batal menikah sekaligus putus hubungan dengan Ayu Dewi.

Yang mengejutkan adalah Zumi disebut membatalkan keputusannya hanya lewat SMS.

Saat itu, Zumi disebut mendapat tentangan dari orangtuanya untuk menikah dengan Ayu Dewi.

"Manusia kek gini dulu batalin nikah sm Ayu Dewi cuma pake SMS sekarang sok ngedisiplinin orang laen ! Diri sendiri aja ga Jantan Mbingitssssss . Ueeek. Orang Jambi tega banget milih gubernur kek gini buat diri sendiri. Tapi yaaa...Jakarteh aja masih ada yg tololet nglirik no 1 . Hadeeeeh Indonesiaaah," tulis seorang netizen di salah satu forum gosip.

Bukan Ayu saja yang mengalami nasib demikian.

Wanita bernama Cassandra Massardi, putri sutradara kondang Noorca Massardi juga pernah menjalin hubungan asmara dengan Zumi. Hubungan mereka berkembang sangat serius dengan merencanakan pernikahan.

Menurut sumber tribunnews.com, rencana pernikahan Zumi dan Cassandra sudah direncanakan dengan matang.

Bahkan undangan sudah disebar. Namun, tiba-tiba Zumi membatalkan rencana pernikahannya dengan Cassandra.

Peristiwa itu terjadi sebelum Zumi berpacaran dengan Ayu Dewi.

Dilaporkan Berzina

Tak lama setelah putus dengan Ayu Dewi, Zumi Zola kembali sempat membuat heboh.

Yang Kedua, Seorang pria bernama Bernaldi Kadir Djemat bersama pengacaranya melaporkan Zumi Zola yang saat itu menjabat Bupati Tanjung Jabung Timur, Jambi ke Polda Metro Jaya.

Ia melaporkan Zumi dengan tuduhan perselingkuhan dan dugaan perzinahan dengan istrinya, Peni Fernita Saputri.

Bernaldi ke Polda sambil membawa bukti-bukti perselingkuhan antara istrinya dan Zumi Zola. Buktinya berupa foto dan percakapan Zumi dan Peni di BBM.

Menurut Bernaldi, Zumi Zola dan istrinya itu diduga telah berselingkuh sejak 2010. Namun, baru terendus olehnya pada September 2011.

Saat itu, ia melihat tingkah aneh dari istrinya tersebut. Ketika ia melihat pesan singkat yang dikirim Zumi ke telepon genggam milik istrinya.

Bernaldi melihat pesan singkat itu tidak pantas untuk dikirim ke istrinya. Sebagai suami, ia kecewa atas sikap istrinya yang berselingkuh di belakangnya. Ia juga menduga bahwa Zumi dan istrinya sudah melakukan perzinahan. Dan, hal itu kini membuat rumahtangganya hancur.

Zumi dilaporkan dengan tuduhan perzinahan. Ia dijerat dengan pasal 284 KUHP. Ia melaporkan Zumi didampingi oleh pengacaranya Andreas Nahot Silitonga sekaligus membawa bukti berupa foto-foto dan percakapan di BBM perselingkuhan dan perzinahan itu.

Surat Terbuka

Baru-baru ini beredar tulisan yang ditujukan kepada Gubernur Jambi Zumi Zola yang diunggah ke media sosial Facebook.

Tulisan surat terbuka itu diposting oleh akun facebook Patrianef Patrianef pada Sabtu (21/1/2017).

Di akhir surat terbuka itu, terdapat kalimat yang menunjukkan kalau surat terbuka ini dibuat oleh Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu.

Berikut isi lengkap tulisan itu:

"Kepada Yang Mulia

Gubernur/Kepala Daerah Propinsi Jambi

Menanggapi sidak Bapak Gubernur Jambi di RSUD Jambi, saya berfikiran positif. Bapak mau melihat sendiri kondisi dilapangan bagaimana kondisi di rumah sakit dinihari. Itulah fakta yang Bapak temui dan membuat bapak berlaku seperti yang kita lihat di rekaman rekaman yang beredar di medsos.

Jika Bapak beranggapan bahwa ini adalah suatu kegagalan, maka kegagalan itu adalah kegagalan pimpinan. Tanggung jawabnya adalah tanggung renteng mulai dari atas sampai ke bawah. Tentu saja Bapak sendiri dan Kepala Dinas serta Direktur RS sangat bertanggung jawab.

Ada satu hal yang mungkin bawahan bapak lupa menyampaikan. Pelayanan di RS merupakan suatu sistem mulai dari "front office" ditempat pendaftaran yang dilakukan tenaga non medik, kemudian dilayani perawat dan dokter di triase yang memilah milah pasien berdasarkan urgensi pasien. Sampai nanti pasien jika perlu ditangani dan dioperasi oleh dokter bedah. Atau diobati oleh dokter penyakit dalam, dokter anak atau dokter kandungan.

Sistem ini bergerak dan yang diukur adalah respon dari sistem ini. Dikenal dengan nama "respon time".

Jika tidak ada pasien dan tidak ada pemberitahuan dari "Front Ofiice" bahwa ada pasien, maka sistem ini akan "dormant". Buat apa dokter spesialis bedahnya bangun sementara operasi tidak ada dan pasien yang ditangani tidak ada.

Buat apa dokter spesialis penyakit dalamnya melek terus sementara pasien yang urgen ditangani tidak ada. Yang sangat perlu adalah , jika ada pasien perlu ditangani maka sistemnya langsung jalan.

Sebaiknya jika Bapak mau menilai RS di wilayah yang Bapak pimpin, itulah yang dinilai. Kirim dan ikuti seorang pasien secara diam diam mulai dari pendaftaran sampai dia mendapat pelayanan. Ukur waktunya. Lihat respon petugasnya. Lihat cara mereka melayani orang sakit. Manusiawikah mereka terhadap pasien. Dengan cara begini Bapak akan mendapatkan data yang sangat akurat dan bisa dipertanggung jawabkan serta bisa menghapus kesan kurang baik.

Berbicara soal manusiawi, lihat juga , apakah memang petugas petugas medis, paramedis dan non medis yang merupakan anak buah bapak diperlakukan manusiawi. Lihat makanan mereka, lihat minuman mereka, lihat pakaian mereka dan jangan lupa lihat wajah mereka dengan hati. Lihat dengan hati yang jernih. Lihat baju lusuh mereka, lihat mata merah mereka Bapak akan mendapat banyak hal yang akan mengejutkan Bapak sendiri. Dan data yang Bapak peroleh bukan hanya bisa digunakan di Jambi, tetapi juga bisa sampai ke luar Jambi. Bahkan bisa anda jadikan contoh di nasional

Bapak lihat daftar jaga mereka, tanya kapan mereka berangkat dari rumah dan kapan mereka pulang. Kapan mereka bisa berkumpul dengan keluarga. Tanya bagaimana kondisi anak anak mereka, tanya bagaimana istri mereka. Panggil pimpinan mereka, panggil direktur mereka, panggil semua pihak yang berkepentingan . Akan lebih banyak hal yang Bapak peroleh ketimbang hanya menemukan petugas "tertidur". Data Bapak akan sangat berguna.

Pasien diruangan adalah pasien yang sudah stabil dan tidak perlu dipelototin 24 jam, juga kalau dipelototin gak ada gunanya karena pasien tidur. Beda jika Bapak Gubernur meninjau ICU dan HCU . Pasiennya perlu dipantau terus langsung dan angka angka vital nya di monitor. Ini memang perlu ada petugas yang memantau perubahan pada pasien.

Akan lebih bagus juga Bapak melihat pendapatan mereka. Tanya satpam, tanya pegawai, tanya dokter berapa pendapatan mereka. Apa yang mereka bawa pulang. Apakah mereka memiliki rumah. Cukupkah pendapatan mereka untuk membeli atau hanya menyewa rumah dari gaji yang mereka bawa pulang.

Terima kasih kepada Bapak, karena dengan cara begini sebetulnya membuka juga ruang bagi kami agar Pemda memperlakukan tenaga kesehatan lebih manusiawi kedepannya dengan jam kerja yang jelas sama seperti pegawai lain.

Wajar juga jika kami meminta diperlakukan layak, bekerja yang layak, istirahat yang layak. Beranikah Bapak memberlakukan untuk Propinsi Jambi jam kerja tenaga kesehatan sama dengan jam kerja pegawai negeri lain. Jika kami sudah bekerja sudah 40 jam dalam seminggu maka kami boleh istirahat di rumah tanpa diganggu oleh panggilan dinas dan tugas jaga. Jika bisa kami salut dan kami sangat mengapresiasi Bapak.

Jakarta, 21 Januari 2017

Patrianef

Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu". (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Parah... !!! Netizen ini Bongkar Dua 'Aib' Zumi Zola, Nomer 2 Memalukan Banget..."

Posting Komentar