Heboh Anies Dilarang Naik Podium Kemenangan, Netizen : AHOK DAN PERSIJA (hari ke-5 dari 40 hari)

Image result for anies vs ahok persija
Ketika Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta, beberapa kali dia didatangi atau berhadapan dengan para pecinta Persija. Mereka menuntut keberadaan stadion klub kebanggaan mereka..

Jumlah fans Persija lumayan gede dan sangat militan. Mati pun mereka siap dalam membela klub kesayangan. Tak sedikit keonaran tercipta. Ulah mereka di dalam stadion maupun pasca-pertandingan telah berkali-kali membuat PSSI menghukum Persija bertanding tanpa penonton. Ini jelas kekuatan besar, modal sosial yang pada suatu hari bisa digunakan untuk mendulang suara dalam perhelatan politik.

Siapapun ngiler mengkapitalisasi Macan Kemayoran. Tidak dengan Ahok. Ia menolak telak. Tepatnya menyetujui dengan satu syarat: pemilik klub Persija merelakan sahamnya untuk dibeli oleh Pemda DKI. Klub ini memang milik seorang partikelir bernama Gede Widiade.

Ahok tidak bersedia melabrak asas kepatutan, tak rela mengingkari keadilan. Kalau Pemda DKI mengeluarkan uang untuk membangun stadion Persija, apa dasarnya? Hibah? Gila aja. Gimana kalau di sekian tahun mendatang berdiri satu lagi klub di Jakarta? Dibikinin stadion juga? Stadion nenek lu?

Tuntutan Ahok tepat. Jual dulu kepemilikan Persija ke tangan Pemda, barulah Ahok memiliki dasar untuk menganggarkan biaya pembangunan stadion. Dia tak peduli jika kelak dengan keputusannya itu suporter Macan Kemayoran tarik dukungan. Ahok tak sudi sejengkal pun berkhianat dari pelita keadilan yang bekerjap nyalang di dalam dirinya.

Memahami hal itu, mengetahui seluk-beluk kepemilikan Persija, jelas tak ada dasar bagi Panitia Penyelenggara Piala Presiden untuk menaruh Anies ke dalam daftar para pejabat yang turun ke lapangan mendampingi Jokowi. Apa lu pada ngelamun jorok membayangkan walikota Manchester ikut turun ke podium Juni nanti menemani presiden sepakbola Inggris ketika menyerahkan medali dan piala ke tangan klub Manchester City? Bisa diamuk Mourinho dia, disumpahserapahi berminggu-minggu.

Tak ada yang keliru dengan kebijakan panitia maupun paspampres. Bahwa insiden itu digoreng para pembenci Jokowi, ya itu risiko penegakan aturan. Kenapa pulak harus malu dan mundur? Tapi memang tak perlu merisak Anies. Ia lugu, bergegas turun untuk menyalami sekumpulan anak muda yang telah memberinya kebanggaan meski sama sekali, sebetulnya, tak punya hubungan. Persija adalah Perseroan Terbatas.

Anies tak tahu ia tak pantas ikut turun, Jokowi pun tak mahfum. Salaman tiga kali saban gol Persija tercipta, setidaknya itu pengakuan Anies, sudah cukup jadi penawar semua racun. Tiga gol, tiga kali Jokowi bangkit, menghampir Anies, berucap selamat dengan raut semringah. Gesture Presiden Indonesia terlihat rileks. Kentara betul dia menikmati kemeriahan itu.

Lagipula, ini penjelasan yang saya terima dari seorang sahabat yang banyak berkecimpung dan berurusan dengan keprotokoleran presiden:

===
Jadi ceritanya ... Anies itu undangan VVIP, ga pake ID ... Dia punya undangan VVIP khusus yang artinya hanya bisa di royal box nonton. Kalau ga pakai ID ga akan bisa masuk ke mana pun. Sebetulnya dia bisa dengan mudah dapat ID kalau minta.

Tapi kayaknya orangnya ga ada yg urus. Merasa VVIP bisa apa saja. Padahal at least daftarin khusus ke paspampres untuk masuk ke FOP, Fields Of Play, pasti dapat.

Paspampres memang tidak pandang bulu. No ID, No pass. Tapi itu emang tugas mereka khan ...?

Anies jg datang terlambat pas mau bubar. Padahal etikanya jika pak presiden hadir dr awal paling tidak gubernur duluan hadir.
===

Sudah paham kalian?

Sekarang, yang perlu kita pertanyakan dengan suara kencang: apa dasar Anies dan Sandi menjanjikan pembangunan stadion Persija menggunakan dana pemda? Balas budi? Itu korupsi. Kalau janji tersebut dilaksanakan, saya ulangi dengah huruf kapital: ITU KEBIJAKAN KORUPTIF! Pernah mbayangin hal gila berikut ini: Persija mencatatkan sahamnya di JSX, Jakarta Stock Exchange. Stadion tersebut dimasukkan ke dalam daftar aset, komponen terpenting dalam pembentukan harga jual. Dan kita semua melongo.

Ahok mendekam di penjara. Semua jadi runyam, segala jadi tragik. Kebenaran, kesetiaan pada rakyat, kemerdekaan dalam mengumandangkan suara nurani, harus berhadapan dengan kemunafikan para maling perampok kota.

Pekan kemarin kita mendengar kabar: Ahok mengajukan PK (peninjauan kembali). Sebuah fase baru dalam perjalanannya sebagai manusia, sebagai ayah dari tiga anak, sebagai pemimpin, sebagai pejuang keadilan, telah dimulai. Kita bakal mendengar Cina satu ini berteriak lantang. Dia mungkin, sekali lagi, mengganggu tidurmu, menghardik rasa nyaman seisi rumahmu. Dia tak peduli. Hari-hari bising itu dimulai kembali.

Maka merataplah kamu, payudara kering para perempuan miskin. Meraunglah kamu, tenda-tenda pengungsian. Menjeritlah kamu, sungai-sungai. Dia datang menegakkan kamu berdiri, menuntun anak-anakmu memungut lagi apa yang pernah kalian campakkan.

Sebab ada yang perlu dibangunkan. Ada yang perlu dipastikan: kemunculan sebuah bangsa ke pentas peradaban, ke posisi sejatinya, ke kegemilangan masa lalu yang sempat dirampok genderuwo.

Di titik ini 40 hari terasa memabukkan.

Sumber : https://www.facebook.com/sahat1801/posts/10208835680487751

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Heboh Anies Dilarang Naik Podium Kemenangan, Netizen : AHOK DAN PERSIJA (hari ke-5 dari 40 hari)"

  1. AGEN SABUNG AYAM TERBAIK DAN TERPERCAYA!
    Segera daftar dan dapatkan keuntungan bermain di S128Agen Perlayanan Cepat Dan Profesional
    Raih Kemenangan Anda Bersama Kami
    Menghadirkan Semua Jenis PERMAINAN !
    Hanya Dengan Modal 50rb saja
    Bonus Cahsback 10% dan Bonus Harian 5% Cuma ada di AgenS128
    Ajak teman anda bermain dan dapatkan Bonus Referral hingga 7%
    Info Lebih Lanjut Hubungi Contact Kami :
    BBM : D8B84EE1 / BBM : AGENS128
    Line id : agens1288
    WhatsApp : 087789221725

    BalasHapus