Astaga! Video PKI di Bogor Ternyata Cuma 'Settingan', Skenario nya Bikin Geleng Geleng Kepala

Video PKI Bogor
Polres Bogor berhasil mengamankan enam pelaku dan penyebar video persekusi terhadap tunawisma yang dituduh komunis di Kampung Dayeuh, Kecamatan Cileungsi. Adapun kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (10/2) dini hari.

"Kami sudah mengamankan pelaku sebanyak enam orang dan kita akan terus mengamankan yang main hakim sendiri," ujar Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky kepada JawaPos.com, Selasa (13/2).

Dia membeberkan, dua pelaku bertugas menyebarkan video persekusi itu di akun media sosial.

Seorang di antaranya melakukan penghasutan dan menyebut kalau korban menganut paham ideologi terlarang tersebut.

"Empat orang lainnya adalah orang yang berada di TKP dan terekam pada video melakukan tindakan kekerasan," jelas Dicky.

Selain mengamankan pelaku, Polres Bogor juga mengamankan korban berinisial S (41). Setelah diperiksa, dia sama sekali tidak terkait dengan Partai Komunis Indonesia.

"Ternyata bahwa settingan tersebut adalah karangan dari si penyebar hoax itu sendiri," sebut Dicky.

Korban sendiri merupakan seorang tunawisma yang mengalami gangguan kejiwaan dan bukan berasal dari Bogor, melainkan dari daerah Pemalang.

"Oleh karena itu korban akan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan dilakukan pemeriksaan kejiwaan," tambahnya.

Berkaca pada kasus tersebut, Dicky meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan main hakim sendiri. Bila ada yang mencurigakan, lebih baik segera dilaporkan ke aparat setempat.

Dia menegaskan bahwa ancaman hukuman penyebar isu SARA dan kebencian, ataupun pencemaran nama baik di media sosial pun sangat. jawapos.com

Gelandangan di Bogor Babak Belur oleh Warga karena Diduga PKI

Sekelompok warga, di Cileungsi, Bogor, pada pada Sabtu (10/2) dini hari, menganiaya seorang tunawisma berinisial S (41) yang diduga merupakan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Padahal, tuduhan itu tidak terbukti.

"Korban dituduh sebagai penganut paham ideologi terlarang dan diperlakukan secara kasar dengan pelecehan, kekerasan, dan pem-bully-an. Hasil penelusuran, kami tidak menemukan bahwa yang bersangkutan itu adalah PKI," ungkap Kapolres Bogor AKBP Andi Mochammad Dicky, melalui keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (12/2).

Penganiayaan terhadap S terjadi pada saat kegiatan ronda atau siskamling. Saat itu, S terlihat mondar-mandir di depan Pos Siskamling bak orang linglung. 


Sebanyak empat orang warga menghampiri S dan menggeledah tasnya. Dari penggeledahan itu, kata Dicky, warga mendapati baju dan pin yang diklaim berlambang PKI. 

"Salah Seorang warga menyebutkan bahwa itu adalah pin dengan lambang PKI. Lalu korban langsung dipukuli dan direkam dalam video dan disebarkan melalui Facebook dan grup WhatsApp," jelas dia.

Setelah diunggah ke media sosial, Dicky mengatakan, video tersebut pun viral. Namun, salah seorang yang mengunggah video itu telah menghapusnya.

Video yang tersebar di media sosial itu rujukan polisi dalam melakukan penelusuran. Hasil pengembangan, polisi kemudian mengamankan enam orang. Dua orang di antaranya diduga sebagai perekam video, dan seorang diduga sebagai penghasut yang menuduh S sebagai PKI. 

"Kami telah mengamankan enam orang yang menyebarkan berita tersebut, dua orang termasuk salah satunya sebagai pembuat dan penghasutan serta empat orang lain yang juga ada di lokasi," tuturnya. 

Saat ini, enam orang tersebut masih berstatus sebagai saksi. Namun, salah satu di antara mereka telah mengaku sebagai pengunggah video penganiayaan tersebut ke media sosial.

Dicky mengatakan, pihaknya juga menyelidiki latar belakang S, warga asal Pemalang. Berdasarkan keterangan yang diberikan pihak keluarga, S merupakan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan hidup sebagai tunawisma. Dia disebut telah lima kali menghilang dari kediamannya. 


"Pernah sempat hilang dan ditemukan warga di Pemalang, Banyuwangi, bahkan pernah ditemukan oleh nelayan di tengah laut," tuturnya. 

Pada Selasa (13/2), pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap S.cnnindonesia

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Astaga! Video PKI di Bogor Ternyata Cuma 'Settingan', Skenario nya Bikin Geleng Geleng Kepala"

Posting Komentar