Sekda DKI Cerita Awal Munculnya Usul Lift di Rumah Dinas Anies, Bacanya Bikin Ngelus Dada

Sekda DKI Cerita Awal Munculnya Usul Lift di Rumah Dinas Anies

Usul pengadaan lift dan anggaran renovasi rumah dinas Gubernur DKI Anies Baswedan senilai Rp 2,43 miliar bikin heboh. Sekda DKI Saefullah pun menjelaskan asal-muasal adanya usul pengadaan lift tersebut.

"Tahun 2017 rencana rehab rumah dimas gubernur itu ada, angkanya Rp 2,8 miliar, itu tahun 2017. Tapi waktu itu ada fungsi tupoksi dari dinas yang masih tarik-tarikan sehingga tidak dilaksanakan," katanya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018).


Rencana renovasi rumah dinas gubernur pada 2017 tersebut tidak dilaksanakan. Pada saat itu, yang akan direhab adalah marmer pada rumah dinas gubernur. Ukuran marmer yang semula 60x60 cm berencana diganti menjadi 40x40 cm.

"Terus saya tanya mau diganti ukuran berapa, katanya 40x40 cm, itu berarti perencanaannya tidak mempertimbangkan estetika dan waktu itu memang tidak lapor ke Pak Gubernur," paparnya.

Rehabilitasi rumah dinas pada 2017 meliputi atap dan jendela. Namun rencana itu disetop karena dirinya tidak mengetahui adanya perencanaan rehabilitasi tersebut.

"Saya bilang setop dulu karena waktu itu kita tidak tahu perencanaannya, tahunya ketika mau dilelang ada item seperti itu," jelas Saefullah.


Lebih lanjut Saefullah menyebutkan bahwa pengerjaan lift rumah dinas gubernur berada di bawah Dinas Cipta Karya. Dia membenarkan bahwa anggarannya Rp 2,4 miliar untuk rumah dinas gubernur dan Rp 750 juta untuk rumah dinas wakil gubernur. Namun Saefullah menegaskan hal itu terjadi hanya kesalahan input.

"Jadi ini hanya kesalahan input perencanaan dari Dinas Cipta karya," ucapnya. 
(imk/imk)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sekda DKI Cerita Awal Munculnya Usul Lift di Rumah Dinas Anies, Bacanya Bikin Ngelus Dada"

Posting Komentar