Nah Loo !!!!, Kelompok Yang Suka Sweeping Akui Ormasnya Salah Dan Minta Maaf

demo-fpi-4-130610c.jpg
ilustrasi

Laskar Pembela Islam (LPI) Madura meminta maaf kepada aparat kepolisian dan masyarakat Pamekasan atas tindakan sweeping yang dilakukan di sebuah rumah yang diduga sarang prostitusi di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Jum'at (19/1/2018) lalu.

Terlebih dalam aksi penyisiran yang dilakukan massa yang dipimpinnya, juga mengakibatkan bentrok dengan warga setempat. 

Bahkan terdapat sejumlah korban dari kedua pihak yang harus mendapatkan perawatan akibat luka yang diderita pascabentrok.

Tidak hanya itu, mereka juga mengakui tindakan yang dilakukannya mengganggu ketertiban masyarakat sekaligus melanggar hukum. 

"Kami meminta maaf kepada pihak kepolisian dan juga warga Pamekasan, umumnya warga Madura. Karena mungkin (sweeping) yang kami lakukan telah mengganggu kamtibmas," kata Ketua LPI Madura Abd Aziz, Sabtu (27/1/2018).

Tidak hanya itu, pihaknya juga memastikan aksi sweeping menjadi catatan tersendiri sekaligus menjadi pelajaran berarti bagi ormas yang dipimpinnya. 

"Kejadian itu menjadi pelajaran agar ke depan bisa lebih komunikatif dengan aparat keamanan," ungkapnya.

Sebagai negara hukum, pihaknya juga komitmen sekaligus menyerahkan proses hukum bagi aparat kepolisian terhadap dua anggotanya yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan dan perusakan.

"Kami siap menjalani mengikuti proses hukum yang sudah ditetapkan pihak kepolisian, ke depan kami akan berupaya untuk lebih baik," tegasnya.

Sementara Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo menyatakan bahwa pihak LPI sudah mengakui aksi yang dilakukan bertentangan dengan hukum sekaligus merugikan warga setempat. "Seperti rekan-rekan (wartawan) ketahui, LPI mengakui (pelanggaran hukum)," pungkasnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nah Loo !!!!, Kelompok Yang Suka Sweeping Akui Ormasnya Salah Dan Minta Maaf"

Posting Komentar