Karma Itu Ada, Atlet Angkat Besi Yang Selingkuh Dengan Anak SMA Akhirnya Menerima Hukuman, Begini Nasibnya Kini

Dituduh Selingkuh, Lifter Nasional Batal Jadi PNS
Status PNS Deni tahun ini dibatalkan tahun ini karena tuduhan selingkuh

Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto mengapresiasi langkah yang dilakukan Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) dalam menyelesaikan masalah pribadi, Deni, lifter atau atlet angkat besi Indonesia. Masalah yang pribadi yang dimaksud Gatot adalah tuduhan perselingkuhan yang tengah merundung atlet nasional tersebut.

PABBSI sendiri dalam masalah ini mencoba menempatkan diri di tengah-tengah dengan melihat pandangan dari berbagai pihak. Gatot juga akan menyampaikan surat pribadi Deni kepada Menpora Imam Nahrawi.

“Apa pun keputusannya, keputusan ada di Pak Menpora. Kami prinsipnya setinggi apapun prestasi atlet, yang penting adalah etika, karakter, dan kepribadian,” ujar Gatot.


Gatot juga membantah pemberitaan tentang Deni yang kabarnya sudah jadi pegawai negeri sipil (PNS). Gatot menjelaskan, bahwa Deni termasuk ke dalam 137 atlet yang akan dicalonkan jadi PNS. Untuk 137 atlet itu rencananya akan mendapatkan SK (surat keputusan) PNS pada 1 Mei nanti.

“Apa kebijakan pemerintah? Kami sepakat dengan Pak Joko [Pramono], untuk sementara menunda status pengusulan Deni untuk jadi PNS," ucap Gatot.

"Artinya, [Deni] tidak diusulkan untuk yang SK 1 Mei, tapi untuk periode berikutnya [menunggu] satu tahun lagi. Lalu, melihat potensi Deni, kami netral dan independen. Kami tidak ingin masuk masalah pribadi [tentang perceraian],” Gatot menambahkan.

Ketua Harian PABBSI, Joko Pramono, mengaku prihatin dengan kasus yang menimpa atletnya itu. Dia jua meminta semua pihak untuk melihat masalah ini dari berbagai sudut pandang.

“Yang penting, bagaimana menyelesaikan masalah ini. Yang kalian lihat di dunia maya itu baru satu sudut. Kami tidak akan bela kiri-kanan, tapi menyelesaikan masalahnya,” kata Joko.

Lebih lanjut, Joko menegaskan pihaknya akan cari jalan terbaik agar tidak ada yang dikorbankan. Jika masalah ini berlanjut, bukan tidak mungkin persiapan Deni menuju Asian Games 2018 bisa berantakan.

"Ingat lho, Deni ini salah satu kuda hitam yang kami harapkan emas Asian Games. Kami punya tiga orang yang akan jadi kuda hitam Asian Games, salah satunya, Deni yang akan kami tempatkan satu kelas dengan Triyatno yakni nomor 69 kg,” Joko menuturkan.

Joko lantas mengungkapkan informas yang ia ketahui terkait tuduhan perselingkuhan yang tengah dialami Deni.

“Saya kasihan sama Deni ini. Deni itu sudah 2-3 tahun kawin, punya anak dua, berhasil buat rumah untuk istrinya, dan oke dari segi materi. Tapi memang dari segi suatu hal, timbul ketidakserasian dengan istrinya yang biasa terjadi dalam kehidupan keluarga,” kata Joko kepada para awak media dalam konferensi pers di Pusat Media Kemenpora pada Rabu (31/1) siang.

“Yang penting, bagaimana menyelesaikan masalah ini. Yang kalian lihat di dunia maya itu baru satu sudut. Kami tak akan bela kiri-kanan, tapi menyelesaikan masalahnya,” katanya menambahkan.
Tuduhan perselingkuhan membuat status PNS Deni dibatalkan. (

Joko mengatakan persoalan ini sudah dalam jalur yang benar dengan masuk Kantor Urusan Agama (KUA) dan pengadilan agama. Ia ingin membiarkan Deni dan Wiwi menyelesaikan masalahnya. 

“Mungkin istrinya Deni ini merasa teraniaya karena Deni dalam proses ini sempat punya simpanan, tapi mari kita berada dalam porsi yang benar. Tetapi dia sudah menyatakan untuk menyelesaikan dalam ranah formal. Dan kalau latihannya kacau, maka dia akan korban dua kali,” ucap Joko.

“Untungnya kompensasi Deni dengan situasi rumah tangga itu ke latihan. Ingat lho Deni ini salah satu kuda hitam yang kami harapkan emas Asian Games. Kami punya tiga orang yang akan jadi kuda hitam Asian Games, salah satunya Deni yang akan kami tempatkan satu kelas dengan Triyatno yakni nomor 69 kg,” ucapnya melanjutkan.

Lebih lanjut, Joko menegaskan pihaknya akan cari jalan terbaik agar tidak ada yang dikorbankan. Deni, lanjutnya, sudah buat surat pribadi yang intinya mohon ampun.

“Dalam suratnya Deni mengatakan, ‘Bapak menteri saya salah, tapi saya mau memperbaiki dan menyumbangkan emas Asian Games 2018. Please jangan keluarkan saya dari Pelatnas.’ Bikin nangis bacanya, dia berjanji mau menyelesaikannya dengan baik. Selesai dia tenang, insya Allah dia bakal lebih gila lagi [latihan] untuk Asian Games 2018,” ujar Joko. (cnnindonesia)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Karma Itu Ada, Atlet Angkat Besi Yang Selingkuh Dengan Anak SMA Akhirnya Menerima Hukuman, Begini Nasibnya Kini"

Posting Komentar