Benarkah Jokowi Tinggalkan PDIP ???, Begini Indikasinya....

Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto ist

 Meski Partai Golkar tak mendukung pencapresan Jokowi pada Pilpres 2014 lalu, partai berlambang pohon beringin ini tetap mendapat tempat istimewa di Istana.
Beberapa kader Golkar tetap diakomodir dan dipercaya menduduki kursi kabinet Jokowi-JK.
Kader Golkar yang pertama kali masuk kabinet adalah Luhut Binsar Panjaitan. Saat ini menjabat Menko Mairitim.
Kemudian Nusron Wahid. Nusron menduduki Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).
Selanjutnya Airlangga Hartarto. Ia dipercaya menjabat Menteri Perindustrian.
Terakhir, Idrus Marham menjabat Menteri Sosial. Sekjen demisioner Partai Golkar ini menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Timur 2018.
Analis Politik & HAM Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga menilai, bertambahnya kursi Golkar di kabinet merupakan sinyal Jokowi akan bergabung dengan Partai Golkar dan meninggalkan PDIP.
Jokowi mendapat tempat istimewa di Golkar. Tak heran jika Jokowi mempertahankan posisi Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian, meski menjabat Ketua Umum DPP Partai Golkar.
“Partai Golkar secara jelas mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden 2 periode. Sedangkan PDIP sampai saat ini belum jelas sikapnya,” ucap Andy, Rabu (23/1).
Dikatakan Andy, Jokowi memiliki orang terdekat di Golkar dan kabinet, seperti Luhut Binsar Panjaitan. Disinyalir, Luhut yang memberikan pengaruh sehingga Lodewijk Paulus terpilih sebagai Sekjen Partai Golkar. Lodewijk akan mengendalikan partai Golkar untuk mendukung Jokowi.
“Jokowi tidak punya “orang” atau “pengaruh” di PDIP. Ia juga bukan darah “biru” alias trah Soekarno. Sehingga Jokowi bisa saja berpaling ke Partai Golkar yang sangat berpengalaman dalam kancah perpolitikan nasional,” tambah Andy.
Andy menduga, berpalingnya Jokowi dari PDIP karena suara Jokowi kurang didengar dan merasa hanya sebagai petugas partai, bukan bagian dari elite PDIP.
Selain itu, salah satu orang dekatnya di Partai Golkar Bambang Soesatyo telah dilantik menjadi Ketua DPR RI.
“Partai Golkar akan dijadikan mesin politik Jokowi dalam pemerintahan saat ini dan pemilihan Presiden yang akan datang,” imbuhnya.
Dikatakan Andy, selain Golkar, bebepa partai sudah menyatakan dukungannya kepada Jokowi, seperti Partai Nasdem dan Hanura. Bahkan, partai baru yang punya potensi memiliki kursi di legislatif mendatang seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Perindo juga sudah menyatakan dukungannya kepada Jokowi.

(one/pojoksatu)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Benarkah Jokowi Tinggalkan PDIP ???, Begini Indikasinya...."

Posting Komentar