Dana Tax Amnesty Tembus 3000 Triliun, Bank Singapur Akan Tutup dan Bangkrut?



Healmagz.com - Hari terakhir periode pertama program pengampunan pajak atau tax amnesty, beberapa kantor pajak di Jakarta dipenuhi oleh masyarakat yang ingin mendaftarkan diri untuk mengejar fasilitas tarif yang lebih rendah.

Hal ini semakin membuat Singapura Pusing tujuh keliling karena para WNI sudah menarik kembali harta mereka yang selama ini disimpan di negara berjuluk negeri singa tersebut. dan kemungkinan bank-bank swasta singapura akan segera tutup karena tidak ada peredaran dana.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menuturkan, realisasi program tersebut dalam periode awal ini memang melebihi espektasi pemerintah. Diyakini uang tebusan yang dibayarkan peserta bisa mencapai Rp 100 triliun.

“Kalau lihat hasil yang ada terus terang melebihi ekspektasi atau harapan karena ini baru periode pertama. masih ada periode kedua dan ketiga,” ungkap Pramono di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Pramono mendapatkan laporan, bahwa situs resmi Ditjen Pajak bahkan sempat tidak bisa diakses karena banyaknya masyarakat yang mencoba masuk.


“Jadi per hari ini kita mendapatkan data kebetulan saking banyaknya yang membayar hari ini, yang men-declare hari ini pajaknya itu sampe server-nya itu Hang. Jadi kita tidak bisa mengetahui apa yang terjadi hari ini,” paparnya.

“Tapi tadi pagi sudah Rp 95,6 Triliun tebusannya. Dan kami meyakini kalau melihat trend kemarin harusnya hari ini sudah tembus di atas Rp 100 triliun untuk tebusannya,” tegas Pramono.

Dari sisi deklarasi harta, Pramono menyampaikan bahwa sudah melebihi Rp 3000 triliun. Repatriasi memang masih kecil, karena masih ada waktu sampai beberapa bulan ke depan untuk memasukkan dana ke dalam negeri.

“Mudah-mudahan (deklarasi) bisa melewati lebih dari Rp 3.500 triliun.”

Program pengampunan pajak (tax amnesty) diyakini mampu menarik dana pulang ke Indonesia sekitar Rp 1.000 triliun, dan deklarasi hingga Rp 4.000 triliun. Dana ini salah satunya akan berasal dari harta Warga Negara Indonesia (WNI) di Singapura dengan perkiraan mencapai Rp 4.000 triliun. 

Bagaimana nasib Singapura apabila dana-dana tersebut pulang kampung ke Indonesia lewat tax amnesty?
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan Hadiyanto tidak menampik dengan upaya mati-matian Singapura untuk mempertahankan uang WNI. Salah satu manuver dengan mengiming-imingi kemudahan bagi WNI untuk menjadi warga Singapura. 

"Mereka (Singapura) berupaya memberi insentif bagi WNI di Singapura, konon memberikan kewarganegaraan. Mengeluarkan kebijakan supaya tidak ikut program ini, terutama sampai melakukan repatriasi," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com,Jakarta, Kamis (14/7/2016). 

Hadiyanto memperkirakan, 60 persen perbankan di Singapura hidup dari uang-uang milik WNI yang selama ini diparkir di negara tersebut. Sementara sumber daya alam Indonesia ‎dikeruk habis-habisan untuk diekspor ke berbagai negara. Namun devisa hasil ekspor tidak diparkir di Indonesia, melainkan lari ke Singapura. 

"Mungkin ‎60 persen perbankan Singapura banyak orang kita ya, jadi mereka jelas panik. Mereka tentu konsen dengan itu. Karena selama ini sumber daya alam kita disedot, ekspor ke China, duitnya diparkir di Singapura," katanya. 

Hanya saja, lanjut dia, likuiditas yang selama ini banjir di Singapura dari WNI bakal berkurang. Namun demikian, ini diperkirakan tidak akan sampai membuat Singapura  bangkrut atau kolaps meskipun dana-dana WNI kembali ke Indonesia. Alasannya, tidak semua orang Indonesia akan melakukan repatriasi.

"Kebutuhan likuiditas untuk pembangunan infrastruktur fisik maupun ekonomi Singapura tidak terlalu banyak, kan negara kecil. Jadi menurut saya sih kolaps tidak, kan tidak semua akan repatriasi, sebagian akan deklarasi saja. Karena ada dalam bentuk deposito maupun pinjaman yang tidak bisa dicairkan, jadi akan tetap stay di sana," ‎jelas Hadiyanto. 

Dalam jangka menengah dan panjang, kata dia, hubungan Singapura dan Indonesia akan lebih transparan pasca tax amnesty.
"Indonesia dan Singapura makin transparan, hubungan bisnis bisa lebih sehat lagi. Tidak dikesankan Singapura hanya menerima uang yang tidak jelas, sedangkan kita yang kebagian kecolongan sumber daya saja," harap dia

sumber: bisnis.liputan6.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dana Tax Amnesty Tembus 3000 Triliun, Bank Singapur Akan Tutup dan Bangkrut?"

Posting Komentar