Ahok: Banyak Kasus Tanah, Aset DKI Yang 'Dimainin'


Healmagz.com - Tanah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seluas 2.975 meter persegi dijual oleh oknum Badan Pertanahan Nasional Jakarta Selatan berinisial AS.
Penjualan aset DKI tanpa prosedur yang jelas itu merugikan negara Rp150 miliar.Diduga ada oknum yang 'bermain' Badan Pertanahan Nasional Jakarta Selatan. Oknum itu berinisial AS.
Dia menerbitkan surat Hak Guna bangunan kepada IR, pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan dan mengajukan penerbitan sertifikat kepemilikan pada 2014.
AS dan IR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus 'permainan'
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjelaskan lahan itu diberikan oleh pengembang dalam penyediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Tapi dijual lagi. Dia menengarai tidak sedikit kasus seperti ini kerap terjadi.
"Banyak kok kasus tanah, aset DKI yang 'dimainin'. Didudukin oleh preman, macam-macam. Jangankan tanah DKI, sungai aja didudukin kok di Jakarta. Jadi tidak heran di sini," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016).
Untuk mengatasi adanya 'permainan' jual beli tanah yang merugikan DKI, Ahok menginstruksikan seluruh lurah menilik lahan-lahan kosong di sekitar wilayahnya.
Kemudian lahan itu ditelusuri milik DKI atau bukan. Diperlukan sinergi antara Pemprov DKI, BPN, dan pihak kepolisian untuk meminimalisir adanya 'mafia' tanah.
"Kita paksa lurah cari. Pokoknya begitu ketemu tanah kosong di Jakarta, kita mulai cari, ini punya siapa. Dulu bisa saja dokumen asli kita dihilangin," imbuh Ahok.
Sebelumnya, Selasa (2/8/2016), 200 lembar dokumen disita dalam penggeledahan yang dilakukan tim dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di sejumlah ruangan di Kantor BPN Jakarta Selatan.
Penggeledahan dilakukan terkait kasus dugaan korupsi penerbitan sertifikat lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum milik Pemprov DKI di Jalan Biduri Bulan dan Jalan Alexandri RT 08 RW 01, Kelurahan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Sarjono Turin menduga bahwa sebagian dokumen pengurusan lahan ini rekayasa.
Dalam kasus ini, Kejari menetapkan oknum PBN Jaksel berinisial AS sebagai tersangka. AS belum ditahan dan masih diselidiki.
AS adalah pegawai BPN yang menerbitkan surat hak guna bangunan (HGB) kepada IR, pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan dan mengajukan penertiban sertifikat kepemilikan pada 2014. IR juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. "Keterlibatan pimpinan masih kita periksa ya kita lihat," kata Sarjono dikutip dari Kompas.com.
Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Yovandi Yazid menyampaikan, kasus jual beli ini berawal pada 2014, atau ketika BPN Jakarta Selatan menerbitkan HGB kepada IR yang mengaku sebagai pemilik lahan dengan girik.
Oleh IR, lahan ini kemudian dijual. Padahal, lahan seluas 2.975 meter persegi itu telah menjadi milik Pemprov DKI Jakarta yang diberikan PT Permata Hijau dalam kewajibannya menyerahkan fasos dan fasum pada 1996.
Sebab, lanjut dia, saat lahan diserahkan ke Pemkot Jakarta Selatan pada 1996, pihak BPN juga ikut menandatangani penyerahan lahan tersebut. Menurut Yovandi, sertifikat lahan itu lama tidak diurus oleh Pemprov DKI.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Ahok: Banyak Kasus Tanah, Aset DKI Yang 'Dimainin'"

  1. Cara Ingin Memenangkan Mix Parlay Bersama Bolavita, Sangat Mudah Guys, Bermain Judi Bola Kita harus Juga Belajar Caranya Agar Pasangan Anda Bisa Menang dan Tidak Kalah, kesempatan ini Bolavita Memberikan Sebuah Artikel 10 panduan tips dan trik cara agar selalu menang mix parlay

    BalasHapus
  2. Agen Resmi Piala Dunia 2018 : s128agen
    Dapatkan Bonus 10% New Member
    Dan Bonus 5% Setiap Hari
    Contact Kami :
    BBM : D8B84EE1 / AGENS128
    Line id : agens1288
    WhatsApp : 0877-8922-1725
    Live Chat 24 Jam : s128agen .com

    BalasHapus