MUI: Awas, Gafatar Aliran Sesat dan Bukan Organisasi Islam


Healmagz.com - Majelis Ulama Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat mengimbau masyarakat mewaspadai gerakan aliran Gafatar. Sebab, gerakan tersebut tidak murni sebagai organisasi Islam dan dinyatakan sebagai aliran sesat.

“Kita berharap jangan ada orang NTB ikut kelompok itu, MUI pusat sudah menyatakan Gafatar itu kelompok sesat dan bukan gerakan organisasi Islam murni,” ujar Ketua MUI NTB, Saiful Muslim kepada Republika.co.id di Kota Mataram, Selasa (12/1).

Ia menuturkan, awal Januari 2015, kelompok tersebut pernah mendatangi MUI NTB untuk diakui sebagai organisasi yang sah. Namun, usai diteliti dan diperiksa lebih lanjut dinyatakan Gafatar merupakan aliran sesat dan bukan organisasi Islam. 

“Gafatar pernah datang ke NTB di awal 2015 ingin diakui, namun steelah dipelajari AD/ART organisasi bukan masuk ke organisasi Islam,” kata dia mengungkapkan.

Ia mengimbau kepada seluruh MUI di 10 kabupaten/kota untuk berhati-hati dengan keberadaan kelompok aliran Gafatar serta melakukan koordinasi untuk langkah antisipasi di masyarakat.

Saiful menegaskan MUI NTB menolak keberadaan aliran Gafatar. Selain itu, hingga saat ini belum mendapatkan laporan atau pun informasi mengenai orang hilang akibat mengikuti aliran keagamaan atau pun Gafatar.

Ia menuturkan, aliran Gafatar sempat terdeteksi beraktivitas di wilayah Sesela, Kabupaten Lombok Barat. Namun, kini keberadaannya sudah tidak ada sebab masyarakat sekitar menolak aliran tersebut.
“Masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dan terperangkap,” ucap dia.
sumber: republika.co.id

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "MUI: Awas, Gafatar Aliran Sesat dan Bukan Organisasi Islam"

  1. Mereka melakukan aksinya murni organisasi sosial tp dalam hal menggembleng rekrutannya mengatasnamakan islam namun pengajarannya campur aduk islam kristen yahudi bahkan kejawen karena nilai2 pancasila di atas segala agama sehingga penamaan ajaran islam sangat tidak logis apalagi dengan nabi baru ahmad mosadeq mantan residivis

    BalasHapus