Rahasia Kisah Persahabatan Gus Dur dan Gus Mus yang Tidak Banyak Orang Tahu


Healmagz.com - Dalam sebuah pertemuan antara Gus Dur dan Gus Mus di Pesantren Raudlatul Thalibin, Rembang, 2 Nopember 2006, terungkap beberapa kisah rahasia antara keduanya. Gus Dur, dalam pertemuan tersebut, mengungkapkan kisah-kisah ketika dirinya bersama Gus Mus, sama-sama kuliah di Universitas al-Azhar, Cairo, Mesir. Ketika kuliah, selama tiga tahun, keduanya berkumpul hampir setiap hari, untuk belajar, baca buku, nonton bioskop, jalan-jalan, dan kegiatan-kegiatan persahabatan lain. Kisah ini, terekam dalam sebuah pertemuan antaranya keduanya, yang direkam dalam wawancara di Harian Suara Merdeka, 3 Nopember 2006.
 

“Saya dan Gus Mus membuat majalah yang ditulis sendiri, dibiayai sendiri, dan diedarkan sendiri. Selalu juga merugi sendiri,” ungkap Gus Dur. Menurut penuturan Gus Dur, sosok Gus Mus ini adalah tipikal orang yang memiliki banyak teman bergaul. Salah satu temannya, adalah Kiai Abdullah Syukri, yang sekarang menjadi pimpinan pesantren Gontor. Dalam kisah yang diceritakan Gus Dur, suatu hari, Abdullah Syukri naksir cewek Filipina. Kiai Syukri yang pintar main gitar dan bersuara bagus, berusaha menyanyi untuk menarik hati cewek yang ditaksirnya.
 

“Gus Mus ini, setelah Abdullah Syukri menyanyi, nyeletuk somsing-somsing. Eh, nggak taunya, yang dimaksud adalah some sing” terang Gus Dur. Inilah yang menjadi bagian dari persahabatan Gus Dur dan Gus Mus: humor, humor dan humor. Akan tetapi, humor keduanya jelas menjadi bagian dari pergulatan pengetahuan untuk menyerap khazanah ilmu serta nilai-nilai kemanusiaan.
 

Sementara, Gus Mus menenang persahabatan dirinya dengan Gus Dur, sebagai kisah dua orang manusia yang menghargai kemanusiaan. “Kami seperti yang tadi didengar semuanya, hanya ngobrol sebagai manusia saja. Karena, terkadang saking sibuknya dengan pekerjaan, kita lupa bahwa kita ini manusia. Yang dibicarakan hanya permasalahan profesi dan lain-lainnya. Pada pertemuan silaturahmi ini, kami empan papan dan tidak membicarakan politik,” jelas Gus Mus .
 

Gus Mus juga mengungkapkan bahwa Gus Dur termasuk orang yang sangat tekun dalam belajar dan membaca buku. “Di mana saja, Gus Dur selalu membawa buku dan membaca. Bahkan ketika gelantungan di bus pun, dia terus membaca. Saat membaca sebelum sampai titik, Gus Dur tidak akan menghiraukan orang-orang di sekitarnya, apalagi mau diajak bicara. Saya juga tidak ditanggapinya. Akhirnya setiap pergi bersamanya, saya juga selalu membawa buku dan membaca,” kenang Gus Mus. Gus Mus menambahkan, suatu ketika Gus Dur mengajak bicara, ketika dirinya masih membaca buku. “Gus Dur sudah selesai baca buku, sedangkan saya belum selesai titik. Saya umbarno wae dia,” jelas Gus Mus.
 

Persahabatan Gus Dur dan Gus Mus dikenal sampai kini, sebagai kisah legendaris. Kisah-kisah tentang petualangan keduanya menonton bioskop dengan membolos kuliah sering didengar dari beberapa kiai hingga kini. Setelah selesai kuliah di Timur Tengah, Gus Dur pernah mengajak Gus Mus untuk berpetualang di Eropa, untuk mengunjungi perpustakaan-perpustakaan besar dunia, sambil bekerja paruh waktu. Akan tetapi, rencana ini tidak berlanjut karena Gus Mus dipanggil pulang oleh orang tuanya. Gus Dur menyarankan agar Gus Mus taat kepada orang tua, dengan pulang untuk menemani haji dan mengabdi di masyarakat[].

#IslamCinta

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rahasia Kisah Persahabatan Gus Dur dan Gus Mus yang Tidak Banyak Orang Tahu"

Posting Komentar