Cerita Adik Kandung Amrozi CS, Ahli Bom Pemilik Rekeking 2 M yang Kemudian Tobat


Healmagz.com - Adik kandung Amrozi, Ali Fauzi bersyukur lepas dari jaringan teroris hidupnya sekarang lebih tenang.
"Dulunya badan saya ini kurus karena gak tenang, pergi kesana kemari dibuntuti, masuk ke Indonesia takut ditangkap, beda dengan sekarang, saya gemuk karena sudah tenang, saya fokus sama keluarga dan aktif di masyarakat," ungkap Ali Fauzi.
Diakui saat bergabung dengan kelompok teroris dari segi finansial sangat mapan.
"Tahun 2000 tabungan di rekening saya ada 2 miliar, saya bebas gunakan untuk apa saja tanpa harus bikin laporan pertanggungjawaban. Kalau terima dolar seri nya berurut, tapi saya bersyukur kepada Allah saya diberi petunjuk ke jalan yang benar," ungkap aktifitis Google Ideas SAVE ini.
Mantan teroris, Ali Fauzi hadir menjadi pembicara dalam acara dialog di kalangan pemuda dan perempuan dalam partisipasi aktif mewujudkan kedamaian di Provinsi Bangka Belitung yang digelar oleh FKPT Babel, Sabtu (28/11), di Grand Vella Hotel.
Adik kandung Amrozi Cs ini merupakan ahli peneliti bom.
Dengan gaya bicaranya yang lugas dan santai, pria kelahiran Lamongan 44 tahun silam ini berbagi cerita tentang sepak terjangnya selama menjadi seorang teroris sekaligus guru perakit bom.
"Pelaku bom adalah anak bangsa sendiri, mereka mendapatkan ilmu militer di camp akademi militer mujahidin, afganistan dan mindanao," ungkap dosen sekaligus peneliti bom ini.
Dia menyebutkan pelaku bom di Indonesia hanya dilakukan oleh 10 orang saja yang dipimpin Ali Gufron dan Hambali, meskipun ada ratusan alumni teroris yang dilatih di Mindanau.
"Bom bali itu targetnya orang asing, tapi ternyata korban orang Indonesia, disitu saya kecewa dengan kedua kakak saya karena bom Bali bukan restu dari jaringan," ungkapnya.
Babel Tempat Transit Logistik
Ali mengungkapkan, wilayah pesisir ternyata menjadi sasaran empuk para teroris untuk bergerak melancarkan aksinya.
Salah satu adalah Bangka Belitung.
Menurutnya, Babel masuk dalam mapping mereka.
"Jalur pesisir dimanfaatkan untuk keluar masuk logistik, Babel, Tanjung pinang Riau dan Batam tidak asing lagi bagi jaringan teroris, terutama kelompok malaysia," beber Ali Fauzi saat menjadi pembicara dialog pemuda menangkal radikalisme, Sabtu (28/11), di Grand Vella Pangkalpinang.
Diakuinya kelengahan aparat dan kurangnya personil dimanfaatkan oleh jaringan ini.
"Mereka juga memanfaatkan lintasan TKI," ujar Ali.
Kecewa Pada Kakak
Kekecewaan terhadap kedua kakaknya Amrozi dan Imam Samudera, pelaku bom bali mengubah rasa benci Ali Fauzi terhadap jaringan teroris itu.
Sebab bom bali kata Ali bukan restu dari jaringan mereka, yang mana pada akhirnya kelompok tersebut menyesal karena banyak orang Indonesia yang kena sasaran dari teror tersebut.
Kemudian Bali lah yang memporakporandakan jaringan ini.
"Teror seporadis yang dilakukan kedua kakak saya itulah yang membuat saya tersadar untuk berhenti," ujarnya.
Alasan lainnya lanjut Ali saat dirinya dideportasi dari Filipina, dugaannya kala itu jika dideportasi dirinya akan dihabisi bila pulang ke Indonesia, sama halnya saat di Filipina.
"Tapi dugaan saya salah. Saya dirangkul oleh polri, pendekatan secara soft power itu membuat hati saya terenyuh, mereka memperlakukan saya secara kemanusiaan, saya pikir perlakuan seperti itu terhadap pelaku teroris harus tetap dilakukan agar mereka bisa tersadar," ungkapnya.
Terakhir kata Ali pendidikan yang mengubah segalanya.
Dulunya Ali bercerita pendidikan dia eksklusif, tidak bergaul dengan orang, dirinya tida bisa menerima perbedaan.
"Itu dulu tapi setelah keluar saya kuliah baru kemudian pikiran saya berubah, saat ini saya aktif di masyarakat dan berdakwah," ujarnya. (*)
bangka.tribunnews.com



Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Cerita Adik Kandung Amrozi CS, Ahli Bom Pemilik Rekeking 2 M yang Kemudian Tobat"