Tiru Strategi Kabut Republika, TV One Malah Dibully Netizen!


Healmagz.com - Kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah di wilayah Sumatera, Kalimantan dan sekitarnya membuat banyak pihak bersimpatik. Tidak hanya negara, para aktivis hingga media massa pun turut bersimpatik akan peristiwa menyedihkan ini.

Harian Republika menjadi pelopor media yang membuat design dengan menampilkan berita ‘berasap’ pada halaman depannya sebagai bentuk simpati kepada para korban kabut asap di Tanah Air.

Dikutip laman Republika, Edisi hari ini, Republika ingin memberi sedikit pengalaman kepada pembaca betapa sulitnya melihat berita di tengah kepungan asap. Juga betapa sulitnya melihat kehidupan di sekitar kita saat asap tak kunjung reda.

Langkah kreatif Republika dalam mendukung penuntasan kabut asap pun mendapat apresiasi dari banyak pihak. Bahkan menjadi viral di media sosial dan menjadi satu-satunya media cetak yang tampil dengan gaya yang berbeda.

Seolah ingin meniru kesuksesan Republika, baru-baru ini TV One juga turut menghadirkan program dengan memakai asap, hal ini terlihat pada salah satu program acara berita Kabar Petang yang tampil dengan kabut asap yang memenuhi layar kaca.

Alih-alih ingin mendapatkan pujian dari jutaan pemirsa, stasiun TV Milik Aburizal Bakrie ini justru ramai hujatan dari netizen.

“Itu sih niru-niru Republika kemarin” tutur seorang facebooker.

“Ketika koran Republika menutup halaman depannya dengan asap tebal, yang dituai adalah salut atas kreativitas dan keberaniannya. Ketika TV One memenuhi ruangan siarannya dengan asap, yang dituai adalah segudang tanya, “Mengapa tidak memenuhi ruang siarnya dengan lumpur?” tutur seorang facebooker.

Sebagaimana diketahui, Republika sengaja membuat buram tampilan halaman depannya seolah sedang diselimuti asap sebagai bentuk simpati kepada para korban kabut asap yang tak kunjung hilang.


Nampaknya ungkapan ini sangatlah pas untuk TV One. “kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak.”



Perlukah menarik pemirsa dengan cara demikian? Tak harus meniru! Masih banyak kok cara-cara kreatif yang lain. Jangan mengambil untung dari bencana yang dialami orang lain.


Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Tiru Strategi Kabut Republika, TV One Malah Dibully Netizen!"