Keluarga Korban Tak Mau Melapor Kendala Lambannya Penanganan Kasus Kejahatan Seksual Terhadap Anak



Healmagz.com - KPAI)'>Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memetakan sejumlah permasalahan yang kerap dialami selama berupaya mengungkap dan melindungi anak dari kasus kejahatan seksual.
Wakil Ketua KPAI, Susanto, mengatakan permasalahan utama yang dialami berupa pihak keluarga korban tidak mau melaporkan terjadinya kasus tersebut. Ini menjadi kendala pengungkapan.
"Sebagian keluarga korban tak melaporkan karena malu. Menutup-nutupi kasus dianggap cara terbaik. Sebagian keluarga korban tidak melaporkan karena tidak tahu harus kemana melaporkan," tutur Susanto kepada wartawan, Sabtu (24/10/2015).
"Sebagian tak melaporkan karena tak ada layanan hukum atau layanan perlindungan anak di lokasi terdekat. Sebagian keluarga korban enggan melaporkan kasusnya ke pihak kepolisian karena ada kendala geografis," katanya.
Selain ketidakmauan melapor, menurut Susanto, kasus ini tidak tertangani karena permintaan aparat kepolisian meminta keterangan saksi fakta. Padahal kasus kejahatan seksual jarang ada saksi fakta. Korban kurang mendapatkan keadilan.
Sementara itu, kasus kejahatan seksual berhenti karena beberapa pihak menghendaki mediasi. Padahal, kata Susanto mediasi bukan solusi keadilan. Upaya ini melemahkan korban dan mempermisifkan perilaku kejahatan seksual.
"Pelaku kejahatan seksual, seringkali mendapat hukuman ringan, karena alat buktinya lemah, padahal korbannya ada dan membutuhkan keadilan," kata dia.
Setelah kejadian, dia menambahkan, korban kejahatan seksual, seringkali tidak mendapatkan rehabilitasi secara tuntas, akibatnya menimbulkan dampak psikis dalam waktu lama.
Di pihak lain, seringkali pelaku hanya mendapatkan hukuman berupa pidana penjara, padahal pelaku juga perlu direhabilitasi, akibatnya mengulangi perbuatannya. Tribunnews.comT

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keluarga Korban Tak Mau Melapor Kendala Lambannya Penanganan Kasus Kejahatan Seksual Terhadap Anak"

Posting Komentar